Vaksin Rubella, Benarkah Menyebabkan Efek Samping Kelumpuhan Hingga Kematian ? - Ahlinyaobatherbal.Net
Vaksin Rubella, Benarkah Menyebabkan Efek Samping Kelumpuhan Hingga Kematian ?

Vaksin Rubella, Benarkah Menyebabkan Efek Samping Kelumpuhan Hingga Kematian ?

Vaksin Rubella, Benarkah Menyebabkan Efek Samping Kelumpuhan Hingga Kematian ?

Vaksin Rubella, Benarkah Menyebabkan Efek Samping Kelumpuhan Hingga Kematian ?

Saat ini berita mengenai vaksin rubella terus berkembang dari mulai informasi yang membahas mengenai halal dan haram hingga berbagai kemungkinan efek sampingnya yang diisukan dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian.

Lalu, benarkah mengenai berita atau informasi tersebut ? Lanjutkan membaca

Bagi sebagian orang tua termasuk mungkin Anda, memang pasti sangat mengejutkan apabila mendengar jika ternyata vaksin yang sering digunakan untuk mencegah adanya penyebaran virus rubella diketahui dapat menyebabkan berbagai efek samping.

Apa sebenarnya vaksin rubella ?

Vaksin Rubella adalah vaksin yang digunakan untuk mencegah rubella. Rubella sendiri adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Kebanyakan orang yang terkena rubella biasanya menderita penyakit ringan, dengan gejala yang bisa berupa demam ringan, sakit tenggorokan, dan ruam yang mulai di wajah dan menyebar ke seluruh tubuh.

Vaksin Rubella, Benarkah Menyebabkan Efek Samping Kelumpuhan Hingga Kematian ?

Vaksin yang biasanya digunakan untuk mencegah adanya penyebaran rubella pada tubuh ialah vaksin MMR. Vaksin ini melindungi terhadap tiga jenis penyakit yaitu penyakit campak, gondok dan rubella.

Campak, gondong dan rubella adalah kondisi yang sangat menular yang dapat memiliki komplikasi serius, berpotensi fatal, termasuk meningitis, pembengkakan otak (encephalitis) dan tuli.

Ke-3 penyakit tersebut juga dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan yang mempengaruhi bayi yang belum lahir, dan dapat menyebabkan keguguran.

Vaksin MMR kadang-kadang dapat diberikan kepada bayi dari usia 6 bulan jika mereka mungkin telah terkena virus campak, atau selama wabah campak. Vaksinasi MMR biasanya direkomendasikan untuk bayi usia 6-9 bulan jika mereka berisiko tinggi terinfeksi dalam kondisi tertentu, seperti saat wabah campak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bahwa vaksin rubella dimasukkan dalam vaksinasi rutin. Vaksin rubella pertama kali dilisensikan pada tahun 1969. Pada tahun 2009 lebih dari 130 negara memasukkannya dalam vaksinasi rutin mereka.

Lalu, bagaimana kebenaran mengenai efek samping vaksin rubella tersebut ?

Walaupun termasuk salah satu jenis obat yang dapat mencegah 3 jenis penyakit sekaligus, mungkin Anda juga penting mengetahui bahwa ternyata terdapat beberapa efek samping dari vaksin rubella ini, apa sajakah ?

Efek samping vaksin rubella yang paling umum adalah demam dan ruam ringan. Ada juga laporan efek samping yang parah seperti kejang, trombositopenia, reaksi alergi, dan bahkan kematian. Dikutip dari immunizationinfo.com, laman tersebut menjelaskan bahwa ada sejumlah efek samping dari vaksin rubella, diantaranya :

  • Rasa sakit di tempat suntikan, kemerahan, bengkak, atau benjolan
  • Demam
  • Ruam kulit
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Nyeri sendi atau otot (kebanyakan remaja dan orang dewasa)
  • Mual atau muntah
  • Diare

Laman tersebut juga bahkan menyebutkan terdapat efek samping yang lebih parah dari vaksin rubella ini, seperti demam tinggi, mudah memar atau pendarahan, perubahan mental atau suasana hati (seperti kebingungan).

Sekitar 1 dari 3.000 anak yang mendapatkan vaksin MMR mengembangkan demam tinggi yang menyebabkan kejang, juga dikenal sebagai kejang demam.

Vaksin Rubella, Benarkah Menyebabkan Efek Samping Kelumpuhan Hingga Kematian ?

Sekitar 1 dari 30.000 anak yang mendapatkan vaksin MMR mengembangkan trombositopenia, kondisi sementara yang menyebabkan jumlah trombosit darah yang rendah, memar yang tidak normal dan perdarahan di bawah kulit.

Kurang dari 1 dalam 1.000.000 anak yang mendapatkan vaksin MMR mengembangkan reaksi alergi yang mengancam nyawa yang disebut anafilaksis.

Ada laporan tentang anak-anak yang menderita tuli, koma, kesadaran yang sudah meninggal, atau gangguan kejang jangka panjang setelah menerima vaksin rubella. Efek samping ini sangat jarang sehingga tidak diketahui jika mereka disebabkan oleh vaksin.

Ada kemungkinan kecil mengalami kejang (pas) 6 hingga 11 hari setelah mendapat vaksin MMR. Kedengarannya mengkhawatirkan, tetapi itu jarang terjadi dan hanya terjadi sekitar 1 dalam setiap 1.000 dosis.

Dalam kasus yang sangat jarang, seorang anak dapat mengalami reaksi alergi yang parah (dikenal secara medis sebagai anafilaksis) segera setelah memiliki vaksin MMR.

Itulah kebenaran mengenai efek samping vaksin rubella. Ingat, sangat disarankan berkonsultasi dengan dokter jika ingin melakukan vaksin rubella.

Baca juga artikel lainnya :

Penyebab telinga bernanah dan berair

Cara menyembuhkan telinga bernanah menahun dengan cepat

Posted by Ahlinya obat herbal

Vaksin Rubella, Benarkah Menyebabkan Efek Samping Kelumpuhan Hingga Kematian ?

Please follow and like us:
20

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.